Senin, 27 Oktober 2014

Memori Bunga Sakura

Bunga sakura mulai bertebaran terbawa angin yang  memang selalu membawa bunga tersebut ke manapun angin itu membawanya. Gadis berkulit putih dengan seragam putih dibalut jas biru dan rok selutut kotak-kotak merah, menelusuri jalan dengan penuh senyuman yang tergambar dalam wajah manisnya. Tak henti-hentinya ia berujar kata 'selamat pagi' pada setiap orang yang ditemuinya di jalan.

Ia menghentikan langkahnya ketika satu bunga sakura jatuh tepat di atas pundaknya. Ia meraihnya dan tersenyum kembali. Membolak-balikkan bunga berwarna pink tersebut. Ia mengeluarkan buku catatan kecil dan memasukkan bunga tersebut ke dalamnya. 

"Kau akan aman disini,"

Ia melanjutkan jalannya tanpa mengetahui bahwa seseorang tengah memperhatikan dirinya sejak tadi. Seseorang yang bersembunyi di belakang pohon sakura tersebut terkekeh dan kembali menghilang.

Gadis manis tadi kembali menghentikan langkahnya ketika melihat bunga sakura lagi-lagi jatuh tepat di pundaknya. Ia kembali meraih bunga tersebut dan memasukkan kembali bunga sakura ke dalam catatan kecilnya. Kejadian ini sudah beberapa kali terjadi ketika dirinya hendak pergi ke sekolah di pagi hari. Gadis itu hanya mengangkat bahu, tersenyum dan melanjutkan langkahnya.

Dan lagi. Langkahnya terhenti karena angin tiba-tiba datang di sekitar tubuhnya. Ya, hanya di sekitar tubuhnya. Sontak gadis manis tersebut mengeratkan jas sekolahnya untuk menghalau rasa dingin yang mulai mengitarinya. 

Seorang pria berperawakan tinggi, rambutnya yang putih, tatapan matanya yang lembut, senyumnya yang menggambarkan kedamaian, dan..

Gadis tersebut menundukkan wajahnya untuk melihat seragamnya. Dan kembali memperhatikan pria yang ada dihadapannya dengan tatapan heran. Baju seragam mereka sama. Tapi ia sama sekali belum pernah melihat pria ini di sekitar sekolahnya.

Tubuh pria tersebut masih dikelilingi bunga sakura yang beterbangan. Seperti tak ingin pergi dari tubuhnya yang wangi. Aroma wangi bunga sakura memang tercium dari tubuh pria yang masih setia memperlihatkan senyumannya. 

Pria tersebut berjalan selangkah mendekati sang gadis. Sedangkan gadis manis itu mundur satu langkah. Pria tersebut hanya terkekeh melihat reaksi sang gadis. Pria tersebut kembali melangkahkan kakinya mendekati sang gadis. Dan sang gadis tentu saja mundur kembali. Pria berambut putih tersebut hanya tersenyum dan menghilang dari hadapan sang gadis

Gadis manis tersebut mencari-cari, dimana sosok pria tersebut. Menghilang? Ayolah, ini bukan dunia dongeng dengan seorang penyihir yang dapat menghilang dengan mudah. Ini alam nyata, bukan alam ide. Kepalanya masih setia menengok ke segala arah untuk menemukan pria yang sudah membuatnya bingung.

"Kau mencariku?"

Gadis itu terlonjak, pasalanya si pria berambut putih tersebut sudah muncul kembali di hadapannya. Dan masih mempertahankan senyumannya. Jarak wajah mereka mungkin hanya beberapa centi saja. Hingga sang gadis dapat melihat wajah sang pria dari jarak cukup dekat seperti ini. Ia menyadari bahwa wajah pria tersebut sangat putih, atau mungkin lebih tepatnya putih pucat. Bibirnya sangat merah, sangat kontras dengan kulit putihnya, aroma bunga sakura tak pernah hilang dari tubuhnya, dan mata itu.. mengingatkannya akan seseorang.

Gadis tersebut memejamkan matanya. Memorinya berputar dan kembali menggambarkan dirinya yang masih berumur 6 tahun bersama pria yang sangat mirip dengan pria yang ditemuinya saat ini.

"Kuharap aku dapat bertemu denganmu lagi suatu saat nanti,"

Gadis kecil itu hanya menatap pria itu dengan tatapan bingung sebelum akhirnya mereka menautkan kelingking kecil mereka, membuat janji bahwa mereka pasti akan bertemu kembali. Bunga sakura tiba-tiba datang, berhamburan di sekitar tubuh sang pria yang sedikit demi sedikit mulai transparan dan mwnghilang. Sedangkan sang gadis, hanya menangis melihat temannya pergi entah kemana. Tapi tangisan tersebut tak berjalan lama setelah ia merasakan satu bunga sakura sudah duduk dengan manis di pundaknya. Ia mengambil bunga tersebut dan kembali menangis.

Gadis manis tersebut mulai membuka matanya secara perlahan. Ia mengingatnya. Mengingat pria yang ada di hadapannya. Pria bunga sakura yang selalu menemaninya bermain dulu. 

"Kau sudah mengingatku?" Sang pria menjauhkan wajahnya dari wajah sang gadis. Pria tersebut memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Menghela nafas, tersenyum, dan lagi, bunga sakura berdatangan mengitari kedua insan tersebut.

"Aku menemukanmu. Sakura,"

Share:

0 komentar:

Posting Komentar