Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Oktober 2017

Road to DevSummit, Hajatnya Developer Indonesia



Hai semua... hari sabtu gini enaknya ke mana ya? Daripada cuma diam di rumah nggak melakukan apa-apa, mendingan ikut seminar Road to DevSummit Bandung Meet up.

Picture by CodePolitan.com

Yap, CodePolitan sedang mengadakan acara Road to DevSummit di tiga kota. Bandung sebagai kota pembuka, Jakarta lalu Yogyakarta.

CodePolitan berkolaborasi dengan Rafactory dan PHP Indonesia dalam melaksanakan acara ini.



Bukan hanya acara biasa, Road to DevSummit ini merupakan ajang besar bertajuk Indonesia Developer Summit.

Yakin deh, materi yang disampaikan juga menarik banget untuk disimak. Di antaranya ada Artifical Intelligance, Blockchain, dan Open Source. 





Pematerinya pun tak kalah keren. Buat programmer pasti tau dong dengan nama Puja Pramudya, Co-founfer dan Technology Director Radya Labs. Dan Mulia Nasution, Co-founder Refactory Indonesia.

Gimana? Keren nggak? Untuk di Bandung memang sudah tutup karena acaranya sekarang sedang dimulai. Tapi jangan khawatir karena CodePolitan sedang live streaming facebook loh!!

Jadi kamu masih tetap memgikuti seminar melalui ponsel kamu.

Untuk yang belum bisa ikut sekarang, tenang aja!! Masih ada Road to DevSummit Jakarta dan Yogyakarta.

So, don't miss it!!!



Share:

Rabu, 11 Oktober 2017

Kamu Seorang Programmer dan Senang Menulis? Yuk Apply ke CodePolitan!


Hallo semua, terkadang sehabis wisuda pasti kamu selalu ditanya, kapan kerja? Sudah dapat kerja belum? Masih nganggur ya?

Tenang saja, CodePolitan sedang buka lowongan kerja sebagai content writer kerja full time nih. Buat kamu yang suka nulis khususnya tentang pemrograman dan teknologi, bisa apply segera. Untuk menjadi seorang content writer  di CodePolitan, yang kamu butuhkan adalah:

1. Kamu harus memiliki pemahaman tentang pemrograman.

2. Kamu harus menguasai pemrograman PHP dan JavaScript. Bukan hanya dua itu, kalau kamu bisa
    atau ahli pemrograman lain, itu akan menjadi nilai plus untuk kamu.

3. Karena CodePolitan membuka lowongan kerja menjadi content writer, tentu saja keahlian utama
    yang dibutuhkan adalah menulis artikel dengan baik dan benar, terutaman menulis tutorial.
    Kalau kamu punya blog pribadi, itu juga akan menjadi nilai tambah tersendiri untuk membuka
    kesempatan kamu bergabung dengan tim CodePolitan.

4.  Syarat terakhir yang harus kamu miliki adalah kamu harus memiliki jiwa pembelajar dan suka
     ngulik. Tentu saja dengan suka mempelajari hal baru tentang pemrograman dan teknologi. Intinya
     kamu harus gigih dalam mengerjakan sesuatu.


Selain ada syarat yang harus kamu penuhi, ada juga nih benefit yang akan kamu dapatkan jika kamu diterima untuk bergabung di CodePolitan.

Pertama, suasana kantor yang nyaman dan segar.

Kedua, ketika kamu sedang lelah dengan pekerjaanmu, CodePolitan menyediakan panahan dan perpustakaan yang bisa dimanfaatkan. Ada beragam jenis buku yang bisa kamu temukan di perpustakaan CodePolitan yang pastinya akan di-update setiap harinya.Yakin deh, kamu nggak akan nysel kalau bergabung di CodePolitan.

Ketiga, untuk kamu yang beragama islam tenang saja, kantor CodePolitan dekat dengan masjid kok. Jadi nggak usah pusing memikirkan ingin sholat di mana.

Dan terakhir, kamu akan digaji dari 2,8 jt sampai 4jt. Waawww..... gimana ggak tertarik nih? 

Selain itu, semua orang yang ada di CodePolitan juga ramah, hangat dan bersahabat dengan baik. So, tenang aja.. kamu nggak akan merasa kesepian kok di kantor.


JADI, TUNGGU APALAGI?? SEGERA KIRIMKAN CV DAN CONTOH TULISAN KAMU TENTANG PEMROGRAMAN!!

Link :https://www.codepolitan.com/jobs/content-writer-at-codepolitan-wdf07

Share:

Kamis, 05 Oktober 2017

CodePolitan, Tempatnya Programmer Handal

Hallo programmer, tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan nama CodePolitan. Yap, CodePolitan merupakan media edukasi yang bergerak di bidang pemrograman dan teknologi. Di sini aku bakal review tepat belajar untuk para programmer di seluruh Indonesia.

Kantor CodePolitan terletak di jalan Cipedes Tengah 1 No.27 Sukajadi Bandung. CodePolitan yang sudah berdiri hampir enam tahun ini dibangun untuk  developer dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang pemrograman dan teknologi. Kebanyakan konten pemrograman dan teknologi menggunakan bahasa Inggris. Tapi tenang saja, konten-konten yang ada di CodePolitan menggunakan bahasa Indonesia agar mudah dipahami  developer Indonesia.

Bagian depan kantor dan kelas CodePolitan

Kelas CodePolitan
Untuk saat ini, CodePolitan hanya membuka kelas offline Basic Android App Development Intensive Class selama seminggu. Peserta yang sudah mendaftar akan diberi modul langsung dari Google Developers. Bahkan dalam seminggu, peserta dipastikan bisa membuat satu aplikasi sederhana seperti aplikasi berita, resep makan, dan lain sebagainya.

Alasan mengapa CodePolitan memilih Android Development, di antaranya karena pasar yang besar, peluang kerja yang melimpah, potensi bergaji tinggi, dan teknologi masa depan.

Tak heran jika CodePolitan menjadi incaran para programmer untuk menjadi peserta di kelas basic android.

 Kelas offline CodePolitan memang berbayar, tapi cukup dengan mengeluarkan biaya 3,5 juta, kamu bisa mendapatkan fasilitas yang memuaskan. Kelas yang nyaman, wifi gratis, T-shirt CodePolitan yang super kece, makan siang, coffee break, stiker dan sertifikat sudah termasuk ke dalam biaya perndaftaran.

Untuk kamu yang berminat belajar di CodePolitan tapi keberadaanmu di luar Bandung, jangan khawatir, sistem yang diterapkan CodePolitan berbentuk karantina yang pastinya menyediakan penginapan. Gunanya supaya kamu bisa fokus pada pembelajaran. Penginapannya pun sangat nyaman. Bantal dan kasur yang bersih, ruangan yang cukup lega, juga kamar mandi bersih dilengkapi shower menjadi kenyamanan sendiri untuk peserta CodePolitan.

Selain itu, pembelajarn di CodePolitan juga bergaransi. Jiksa sampai akhir kamu masih belum bisa membuat aplikasi, CodePolitan memiliki dua pilihan, uang dikembalikan atau kamu bisa ikut kelas selanjutnya tanpa bayar.

Dari data yang di dapat, programer yang ingin sekali belajar di CodePolitan tidak hanya dari Bandung saja. Ada yang jauh-jauh datang dari Lampung, Aceh, Manado, Jakarta, Tangerang, dan daerah luar lainnya. Wah, betapa hebat keinginan belajar mereka. Yuk, jangan mau kalah dengan programmer lain!!

CodePolitan tidak memberi syarat kepada peserta untuk menjadi programmer handal dulu sebelum mendaftar. Asalkan kamu sudah pernah belajar java atau pernah belajar pemrograman (sudah mengenal algoritma), kamu sudah bisa mendaftar dan bergabung menjadi peserta di CodePolitan.
 
 Usut punya usut, selain Basic Android App Development Intensive Class, CodePolitan juga akan membuat kelas baru, yaitu Andorid Developer Expert Bootcamp dan Amazon Web Service Fundamentals yang masih dirahasiakan kapan munculnya kedua kelas tersebut.





Tutor CodePolitan, Bagus sedang syuting tentang  jalur menjadi programmer



CTO CodePolitan, Toni sedang syuting skil menjadi seorang programmer


 Nah, programmer, jika kamu berminat untuk mempelajari lebih dalam mengenai perograman khususnya android, kamu bisa cek website CodePolitan di www.codepolitan.com atau www.school.codepolitan.com 

 
Share:

Kamis, 24 November 2016

Kata 'Geng' Dalam Kamus Perempuan



"Eh, mana geng kalian?"

"Kenapa sih kalian berkubu-kubu?"

"Geng kamu enggak ikut kumpul?"

Beberapa pertanyaan sekaligus pernyataan di atas menjadi tamparan keras untuk pikiranku. Kerap kali perempuan menjadi bahan pertanyaan seperti itu dari kaum adam, atau mungkin sebagian kaum hawa juga ada yang bertanya seperti itu.

Kuceritakan satu kisah tentang berkubu-kubu ala perempuan di mata kaum adam.

Beberapa minggu lalu, dalam sebuah chat room di line, kami selaku panitian acara Makrab (Malam Keakraban), khususnya aku, merasa tertohok dengan chat teman laki-lakiku.

Setelah semua acara dianggap lancar, renetan acara telah rampung, ide-ide brilian untuk memperindah suasana Makrab nanti juga keluar dengan indahnya, ada satu topik yang membuatku diam. Jujur, aku tidak terlalu senang jika ada laki-laki yang berkata seperti itu.

Intinya, dia menulis, ada salah satu kaum hawa (masih teman kami) yang tidak ingin mengikuti acara Makrab karena dirinya merasa bahwa ia akan terkucilkan dan semuanya akan berkubu dengan teman sepermainannya.

Tiba-tiba temanku chat personal.

"Ran, biasanya perempuan ya yang suka begitu?"

Aku tidak pernah merasa semua perempuan seperti itu. Jika dilihat lebih dekat, aku secara personal juga memiliki beberapa teman yang selalu jalan bareng denganku. Coba kita tilik lebih dalam, hakikatnya perempuan itu makhluk yang senang dalam kenyamanan dalam sebuah perkumpulan.

Dalam perspektif beberapa kaum adam atau sebagian kaum hawa, kenyamanan itu biasa disebut dengan geng atau berkubu-kubu. Mungkin beberapa kaum hawa yang 'nyaman' dengan pertemanannya itu ada yang men-judge dirinya menjadi sebuah geng, tapi ada juga yang tidak.

Dari sekolah dasar sampai kuliah, aku menemukan beberapa teman 'nyamanku' di sana. Mereka adalah teman yang bisa kujadikan sebagai 'rumah' , tempatku menumpahkan segalanya. Di sisi lain, aku juga bisa berbicara atau mengobrol dengan teman-temanku yang lain, namun tidak seintens teman dekatku yang biasanya disebut dengan kata 'geng'.

Apakah itu tandanya aku memiliki beberapa geng?

Bukan geng, itu hanya tempat nyaman

Karena kasus itu, aku memutuskan untuk meminta pendapat mama, ia mengatakan bahwa perempuan memang seperti itu. Bukan karena geng, bukan karena berkubu-kubu. Mereka hanya mencari teman yang nyaman dan sepemikiran dengan mereka. Intinya satu jiwa satu rasa.

Akhirnya, aku menjawab, "Bal, memang hakikatnya perempuan itu seperti itu. Mungkin memang banyak kaum adam yang berpikir bahwa perempuan sangat senang membentuk geng, tapi namanya perempuan, mereka akan nyaman dengan rumahnya sendiri."

Aku yang selalu ditanya, "Ran, mana geng kamu?"

Bolehkah aku merasa risih dengan pertanyaan seperti itu?

Teman, perempuan selalu memiliki teman dekat untuk menuangkan semua keluh kesahnya. Hal itu bukan berarti mereka melupakan teman yang lainnya.


Share:

Rabu, 23 November 2016

Tulisan Untukmu, Jodohku di Masa Depan

 


Teruntuk jodohku di masa depan..

Sebelumnya, aku ingin bercerita tentang aku yang sebelumnya tak pernah bertemu dengan jodohku. Di masa depan,  aku mungkin akan selalu menatap matamu dan berbisik, jodohku benar-benar ada. Hari ini, detik ini, dan tahun ini yang sudah menuakanku, aku masih menyandang status jomblo dalam diriku. Ada beberapa temanku yang kerap kali memanggilku dengan sebutan 'Mblo' sebagai bahan bercandaan kita semua. 

Aku terhipnotis panggilan jomblo

Boleh aku jujur? Aku sudah memasukkan status jombloku selama puluhan tahun itu ke dalam pikiranku. Aku selalu menyalahkan diriku sendiri yang tak memiliki hal-hal yang menarik dalam diriku. Aku tidak cantik, aku tidak manis, aku tidak tingg, aku tidak langsing. Aku hanya perempuan biasa. Namun setelah itu aku sadar, laki-laki yang baik tidak melihat diriku dari penampilan fisikku saja. Aku tenang. 

Aku mulai memperbaiki diri

Hari itu tiba, saat aku mulai memutar otakku, merubah pola pikirku yang terjerat depresi kata jomblo, untuk memperbaiki diriku. Temanku bilang, dia sedang mencoba memperbaiki dirinya untuk jodohnya yang juga sedang mempersiapkan diri untuknya di masa depan. Aku turut meng- copy apa yang dia pikirkan. Aku tak lagi memikirkan status jombloku selama bertahun-tahun itu karena aku yakin, dengan aku yang mulai memperbaiki diriku untuk menjadi lebih baik, kamu akan datang dengan sendirinya. Karena sekali lagi, untuk jodohku, seseorang yang akan menerimaku dengan ikhlas, juga pasti sedang mempersiapkan diri menjadi lebih baik untukku. Kita sama-sama sedang mempersiapkan diri. 

Ingat Bela, jomblo akan pergi dengan sendirinya ketika kita memang sudah siap dengan jodoh kita nantinya.


 
Share:

Sabtu, 14 Mei 2016

Hippie Style Simpel Ala Hijaber

Hippies Style merupkan gaya tahun 60an yang sekarang kembali tenar di kalangan anak muda. Entah itu dilihat dari tas yang mereka pakai, pakaian, gaya rambut, atau sepatu.

Sebelumnya kata Hippies sudah banyak muncul di beberapa artikel, juga melihat dan mencari foto-foto ala Hippies di google dan media sosial lainnya.

Namun hanya beberapa orang saja yang tahu apa sebenarnya Hippies. Hippies sendiri berasal dari bahasa Yunani, Hippos yang berarti kuda. Orang-orang Hippies tidak memiliki tempat tinggal tetap. Pakaian mereka juga terlihat kacau dan sedikit urakan. Masyarakat Hippies lebih senang hidup bebas dan melakukan apa yang mereka inginkan selagi itu membuat mereka bahagia.

Kemarin malam, Jurnalistik UIN Bandung mengadakan acara untuk merayakan anniversary jurusan mereka yang ke 18. Tema Hippie Style menjadi dress code mereka.

Tak sedikit mahasiswi jurnalistik yang pusing dengan apa yang seharusnya mereka pakai. Ya, mereka yang notabene diwajibkan memakai kerudung saat di dalam kampus. Sedangkan Hippies terkenal dengan rambut panjangnya dan headband.

Mungkin bagi sebagian perempuan yang memakai hijab akan dipusingkan dengan aksesoris apa yang akan dipakai. Nah, salah satu mahasiswi jurnalistik, Nurul Imamah yang kerap disapa Imah, saat ditemui di acara annyversary jurnalistik, menunjukkan hippie style yang ia kenakan saat malam perayaan anniversary jurnalistik.

Dengan santainya Imah hanya menggunakan hijab yang tidak terlalu rumit berwarna abu-abu dengan headband kulit ala Hippies yang pasti banyak ditemukan di toko-toko aksesoris.

Ia memadukan kaos merah ati dengan flowy skirt berwarna biru coklat bercorak bunga. Namun lebih didominasi dengan coklat, karena usut punya usut, Hippies selalu memakai pakaian yang didominasi warna coklat agar terlihat seperti menyatu dengan alam.

Imah juga hanya memakai sepatu putih coklat. Ya, lagi-lagi ada warna coklat di sana.

Untuk para hijaber, tak usah pusing dengan gaya Hippies sekarang. Sebenarnya Hippie Style tidak terlalu rumit. Intinya adalah warna yang didominasi berwarna coklat, rompi, pakaian kebesaran, tas berbahan kulit asli dan bermotif.

Biasanya tas gaya Hippies selalu berwarna coklat atau warna gelap. Untuk sepatu, sudah banyak sepatu boots dengan hiasan rumbai beredar di mana-mana. Jangan lupa untuk memakai headband dan kalung yang sedikit berbulu.

Seperti Imah, untuk mencirikan Hippie Style, ia hanya memakai flowy skirt motif dan headband  kulit untuk masuk ke dalam pesta perayaan anniversary jurusannya di kampusnya.

So, untuk pecinta Hippie Style namun berhijab, jangan pusing untuk memilih style apa yang akan dipakai. Cukup serba kulit, berumbai, bercorak, coklat atau warna gelap, dan berbulu. Selamat mencoba Hippie Style.
Share:

Sabtu, 09 April 2016

Fenomena Komik Instagram Dalam Penyebaran Informasi



Dewasa ini, media sosial sudah dijadikan sebagai tempat penyampaian informasi yang paling cepat dan mudah. selain itu, beberapa informasi juga dapat diposting secara mudah dan dapat dinikmati oleh setiap kalangan. Semakin majunya media sosial juga membuat industri komik tanah air kian berkembang. Setelah melewati berbagai periode tren komik di Indonesia seperti komik jepang, komik korea, komik lokal mauapun impor, saat ini muncul tren komik baru dengan sebutan komik instagram.

Berita yang dilansir dari detik.com mengenai komik instagram (12/02), memberitakan tentang komik instagram yang mulai menyebar di media sosial. Komikus seperti nama akun tahilalat, gadiscaleuy, komik.burhan, komikazer, rysetkomik, dan masih lagi komikus instagram lainnya. Bukan hanya komikus, ada juga wadah akun instagram yang menaungi beberapa komikus, salah satunya komikin_ajah.

komik instagram bukan sekedar untuk menghibur para pecinta komik instagram. Mereka juga memberi informasi, menyindir kelakuan politik, menyindir Indonesia, dan memberitahu kejadin apa yang sedang ramai di Indonesia melalui komik strip mereka.

Sepeti yang dikutip dari detik.com, salah satu pendiri Akademi Samali beng Rahadian mengatakan, fenomena ini sebeneranya sudah muncul tahun 2014, namun baru booming dari tahun 2015 lalu. Hingga di tahun 2016 ini, komik instagram mulai mewabah dan mendapat respon posiutif dari para pembaca.

Berbicara mengenai akun instagram komikin_ajah, admin akun tersebut bahkan sudah membuat akun youtube (https://www.youtube.com/channel/UCVW9fDJZ9gt88jHX5lwnIcg) agar semua pecinta komik instagram mengetahui bagaimana dan siapa saja komikus instagram yang masuk ke dalam akun instagram komikin_ajah.

Bukan sekedar menghibur, komikin_ajah sebenarnya hampir sama dengan akun instagram indovidgram. Bedanya, komikin_ajah berbentuk komik sedangkan indovidgram berbentuk video pendek. Namun keduanya tetap memiliki kesamaan dalam menyampaikan informasi.

Komikin_ajah selalu memposting hal-hal berbau edukasi setiap hari selasa, ada juga komikin showbiz, komikin news, senin kritis, minggu random dan beberapa tema lainnya. Tema-tema tersebut dikemas dalam bentuk kartun, ilustrasi atau komik strip.

Membahas tentang menyindir indonesia juga, komikus instagram bernama Gilang Adi Nugroho dalam akun instagramnya (gilangadimu), membuat komik tentang seorang petani yang membawa cangkul untuk membajak sawah, namun akhirnya petani tersebut bingung karena hanya melihat gedung-gedung tinggi yang ada di sekitarnya.

Seiring dengan banyaknya media sosial yang mulai bertebaran, anak muda saat ini mulai mencari media sosial baru yang membuat mereka dapat merasakan kebahagiaan dan kritikan sosial melalui kaun media sosial lain. Salah satunya informasi dari komik instagram yang mulai hits di tahun 20116 ini. Pecinta komik dan penikmat gambar yang awalanya tidak tahu harus menunjukkan karyanya di mana, kini mereka mulai memberanikan diri iuntuk membuat karya di instagram yang mulai dinaungi oleh salah satu akun instagram. Bisa dilihat di akun instaram komikin_ajah yang mulai menarik simpati beberapa pecinta komik.

Menurut detik.com, komikin_ajah menjadi salah satu komunitas komik instagram terbesar di Indonesia. Masih dilansir dari detik.com (12/02), komikus yang dikenal dengan akun instagram @Baanggamber mengatakan, Komikin_ajah membuat group untuk mnegumpulkan para komikus di berbagai kota di Indonesia  dan di sanalah komikus bisa saling mengenal dan berbagi ilmu tentang komik .
Share: